Selasa, 15 Februari 2011

demokrasi diindonesia

DEMOKASI DI INDONESIA
A. Demokraasi Dan Implementasinya
Pembahasan tentang peranan Negara dan masyarakat. Tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang demokrasi dan hal ini karena ada alasan:
1. Hampir semua Negara didunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asasnya yang fundamental
2. Demokrasi sebagai asas kenegaraan sel esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarkat
Untuk menyelenggarakan Negara sebagai organisasi tertingginya.

Dalam hubungan dengan implentasinya kedalam pemerintahan, demokrasi juga mempunyai melahirkan system yang bermacam-macam
a. System presidensial yang menjajarkan antara parlemen dan presiden dengan memberi dua kedudukan .
b. System parlementer yang meletakkan pemerintah di pinpin oleh perdana mentri yang hanya berkedudukan sebagai kepala pemerintahan dan bukan kepala Negara,
c. System referendum yang meletakkan pemerintah sebagai bagian ( badan pekerja) dari parlemen.

B. Arti Dan Perkembangan Demokras
Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari bahasa yunani ,”demos” berarti rakyat dan “krato/kratei” berarti kekuasaan. Konsep dasar demokrasi berarti “rakyat berkuasa”.
Demokrasi mempunyai arti yang penting bagi masyarakat yang menggunakannya ,sebab dengan demokrasi hak masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya organisasi negara di jamin. Oleh sebab itu hampir semua pengertian yang diberikan untuk istilah demokrasi ini selalu memberikan posisi penting bagi rakyat kendati secara operasional amplikasinya diberbagai Negara tidak selalu sama.
Demokrasi sebagai dasar - dasar hidup bernegara memberi pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah - masalah pokok mengenai- kehidupan termasuk dalam menilai kebijaksaan Negara karena kebijaksanaan tersebut menentukan kehidupan rakya(Noer,1983:207)
C. Perkembangan Demokrasi Di Indonesia
Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat di bagi dalam empat priode yaitu:
a. Priode 1945-1959, masa demokrasi parlementer yag menonjolkan peranan parlemen serta partai - partai. Untuk masa ini kelemahan demokrasi parlementer memberi- peluang untuk dominasi partai-partai politik dan DPR akibatnya persatuan yang di galang menjadi kendor dan tidak dapat dibina menjadi kekuatan kontruktif sesudah kemerdekaan.
b. Priode 1959-1955, masa demokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih menampilkan beberapa aspek dari demokrasi rakyat
c. Priode 1966-1998, masa demokrasi pancasila Era orde baru yang merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan system presidensial. Landasan formal priode ini adalah pancasila,UUD 45 yang terjadi di masa demokrasi terpimpin.
d. Priode 1999-sekarang, masa demokrasi pancasila Era reformasi dengan berakar pada kekuatan multi partai yang berusaha mengembalikan perimbangan kekuatan antar lembaga Negara, antar eksekutif, legislative dan yudikatif.

D. Bentuk-Bentuk Demokrasi
Menurut Torres demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu:
1. Formal democracy
2. Substantive democracy yaitu menunjukkan bagaimana proses demokrasi itu dilakukan

Formal democracy menunjukkan pada demokrasi dalam arti system pemerintahan hal ini dilihat dalam berbagai pelaksanaan demokrasi di berbagai negara. Mis dalam suatu Negara diterabkan demokrasi dengan system presidencial atau system parlementer
system presidencial: Sistem ini menekankan pentingnya pemilihan presiden secara- langsung, sehingga presiden terpilih secara langsung dari rakyat.
System parlementer: system menerapkan model hubungan yang menyatu antara kekuasaan eksekutif dan legeslatif. Kepala eksekutif adalah seorang perdana mentri. Adapun kepala Negara berada pada seorang ratu,mis, Negara inggris.
Selain bentuk demokrasi sebagaimana dipahami di atas! Terdapat beberapa system demokrasi yang mendasarkan padas prinsip filosofi Negara antaranya:

 Demokrasi perwkilan liberal

Prinsip demokrasi ini didsarkan pada suatu filsafat kenegaraan bahwa manusia adalah sebagai makhluk individu yang bebas. Maka dalam system demokrasi ini kebebasan individu sebagai dasar fundamental dalam pelaksanaan demokrasi.

 Demokrasi satu partai dan komunisme

Demokrasi satu partai ini lazimnya dilaksanakan dinegara-negara komunis seperti : Rusia, China, Vietnam dan lainya. Kebebasan formal berdasarkan demokrasi liberal akan menghasilkan kesenjangan kelas yang semakin lebar dalam masyarakat dan akhirnya kapitalislah yang menguasai Negara.

Berdasarkan teori dan praktek pengertian demokrasi secara filosofis menjadi semakin luas, artinya masing-masing paham mendasarkan pengertian bahwa kekuasaan ditangan rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar